This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Tuesday, September 1, 2009
Sunday, August 30, 2009
BALITA
Balita merupakan singkatan bawah lima tahun, salah satu periode usia manusia dengan rentang usia dua hingga lima tahun., Ada juga yang menyebut dengan periode usia prasekolah. Pada fase ini, anak berkembang dengan sangat pesat.
Setiap orang tua tentunya menginginkan anaknya menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Karenanya, memberikan yang terbaik untuk anak adalah sebuah keniscayaan. Untuk itu orang tua harus memahami tumbuh kembang tubuh dan otak anaknya, terutama pada masa balita.
Pada periode ini, balita memiliki ciri khas perkembangan sebagai berikut :
Perkembangan fisik.
Di awal balita, pertambahan berat badan menurun disebabkan banyaknya energi untuk bergerak.
Perkembangan psikologis
Dari sisi psikomotor, balita mulai terampil dalam pergerakannya (lokomotion), seperti berlari, memanjat, melompat, berguling, berjinjit, menggenggam, melempar yang berguna untuk mengelola keseimbangan tubuh dan mempertahankan rentang atensi.
Pada akhir periode balita kemampuan motorik halus anak juga mulai terlatih seperti meronce, menulis, menggambar, menggunakan gerakan pincer yaitu memegang benda dengan hanya menggunakan jari telunjuk dan ibu jari seperti memegang alat tulis atau mencubit serta memegang sendok dan menyuapkan makanan kemulutnya, mengikat tali sepatu.
Dari sisi kognitif, pemahaman terhadap obyek telah lebih ajeg. Kemampuan bahasa balita bertumbuh dengan pesat. Pada periode awal balita yaitu usia dua tahun kosakata rata-rata balita adalah 50 kata, pada usia lima tahun telah menjadi diatas 1000 kosakata. Pada usia tiga tahun balita mulai berbicara dengan kalimat sederhana berisi tiga kata dan mulai mempelajari tata bahasa dari bahasa ibunya.
Balita juga mulai belajar berinteraksi dengan lingkungan sosial diluar keluarga, Balita mulai memahami dirinya sebagai individu yang memiliki atribut tertentu seperti nama, jenis kelamin, mulai merasa berbeda dengan orang lain dilingkungannya.
Sebagai orang tua, Anda bisa membantu memaksimalkan tumbuh kembang otak balita dengan hal-hal berikut ini:
Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.comSetiap orang tua tentunya menginginkan anaknya menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Karenanya, memberikan yang terbaik untuk anak adalah sebuah keniscayaan. Untuk itu orang tua harus memahami tumbuh kembang tubuh dan otak anaknya, terutama pada masa balita.
Pada periode ini, balita memiliki ciri khas perkembangan sebagai berikut :
Perkembangan fisik.
Di awal balita, pertambahan berat badan menurun disebabkan banyaknya energi untuk bergerak.
Perkembangan psikologis
Dari sisi psikomotor, balita mulai terampil dalam pergerakannya (lokomotion), seperti berlari, memanjat, melompat, berguling, berjinjit, menggenggam, melempar yang berguna untuk mengelola keseimbangan tubuh dan mempertahankan rentang atensi.
Pada akhir periode balita kemampuan motorik halus anak juga mulai terlatih seperti meronce, menulis, menggambar, menggunakan gerakan pincer yaitu memegang benda dengan hanya menggunakan jari telunjuk dan ibu jari seperti memegang alat tulis atau mencubit serta memegang sendok dan menyuapkan makanan kemulutnya, mengikat tali sepatu.
Dari sisi kognitif, pemahaman terhadap obyek telah lebih ajeg. Kemampuan bahasa balita bertumbuh dengan pesat. Pada periode awal balita yaitu usia dua tahun kosakata rata-rata balita adalah 50 kata, pada usia lima tahun telah menjadi diatas 1000 kosakata. Pada usia tiga tahun balita mulai berbicara dengan kalimat sederhana berisi tiga kata dan mulai mempelajari tata bahasa dari bahasa ibunya.
Balita juga mulai belajar berinteraksi dengan lingkungan sosial diluar keluarga, Balita mulai memahami dirinya sebagai individu yang memiliki atribut tertentu seperti nama, jenis kelamin, mulai merasa berbeda dengan orang lain dilingkungannya.
Sebagai orang tua, Anda bisa membantu memaksimalkan tumbuh kembang otak balita dengan hal-hal berikut ini:
- Berikan nutrisi yang tepat. Pertumbuhan otak dipengaruhi oleh nutrisi. Pastikan Anda memberikan nutrisi yang tepat dan seimbang untuk tumbuh kembang otak anak Anda.
- Kembangkan hubungan yang hangat dan dekat dengan anak Anda. Tunjukkan kepada mereka bahwa Anda mengasihi mereka. Tunjukkan betapa bahagianya Anda akan kehadiran mereka. Bantu mereka merasa aman dan dikasihi.
- Respon anak Anda. Perhatikan ritme dan perilaku mereka, coba untuk mengerti apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka beritahukan pada Anda.
- Sadari bahwa tiap anak adalah unik. Ingat bahwa sejak lahir tiap anak mempunyai temperamen yang berbeda, tumbuh dengan kecepatan yang berbeda. Anda tidak perlu membandingkan anak-anak Anda. Miliki harapan yang positif akan apa yang mereka dapat lakukan dan pegang teguh kepercayaan bahwa tiap anak dapat menjadi sukses.
- Berbicara, membacakan cerita dan bernyanyi bersama.
- Biarkan mereka mengeksplorasi dunia mereka dan bermain. Anda bisa mengawasi dan membantu saat mereka membutuhkan, tetapi biarkan mereka mengeksplorasi dengan sendiri.
- Disiplinkan anak.
- Canangkan rutinitas yang dapat diandalkan.
- Batasi menonton TV. Batasi waktu yang anak Anda habiskan di depan televisi. Seleksi tipe acara yang mereka tonton, dan pastikan mereka menonton acara yang mendidik mereka.
MEMILIH NAMA BAYI
Sedang sibuk mempersiapkan nama bayi? Ya, salah satu kewajiban orang tua terhadap buah hatinya adalah memberikan nama bayi yang baik. Dalam memberikan nama bayi Anda, tolok ukurnya tidak hanya sekedar indah, namun pastikan memiliki makna yang bagus.
Tidak jarang orang tua yang asal menggabungkan atau meniru nama untuk bayi yang dianggapnya indah, namun sesungguhnya tidak memiliki kandungan makna yang cukup berarti. Apalagi jika orentasinya hanya terdengar keren, sekedar ikut-ikutan, atau meniru bintang sinetron yang lagi terkenal.
Jika demikian yang terjadi, tentu saja kasihan nasib bayi yang tidak tahu menahu, dan tidak memiliki daya untuk menolak kemauan orang tuanya dalam memberikan nama. Meskipun Shakespeare berpendapat apalah arti sebuah nama, namun tetap saja nama sangatlah penting bagi setiap insan. Perlu diingat, nama bayi Anda tidak hanya sebagai identitas diri, namun nama juga berarti do'a. Harapan setiap orang tua terhadap bayinya.
Karenanya, tidak sedikit orang tua yang kebingungan dan sibuk menyiapkan nama untuk calon bayinya. Selama menimbang dan memilih pemberian nama untuk bayi, bisa jadi menyenangkan, namun tidak jarang yang membuat bingung. Meskipun banyak sekali yang bisa menjadi sumber inspirasi dalam memberikan nama bayi. Wajar saja, karena nama ini akan melekat terus dalam hidup sang anak kelak, dan mempengaruhi kehidupannya.
Dalam proses memberikan nama bayi, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
Okay, selamat berburu, merangkai nama untuk bayi Anda!!
Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.comTidak jarang orang tua yang asal menggabungkan atau meniru nama untuk bayi yang dianggapnya indah, namun sesungguhnya tidak memiliki kandungan makna yang cukup berarti. Apalagi jika orentasinya hanya terdengar keren, sekedar ikut-ikutan, atau meniru bintang sinetron yang lagi terkenal.
Jika demikian yang terjadi, tentu saja kasihan nasib bayi yang tidak tahu menahu, dan tidak memiliki daya untuk menolak kemauan orang tuanya dalam memberikan nama. Meskipun Shakespeare berpendapat apalah arti sebuah nama, namun tetap saja nama sangatlah penting bagi setiap insan. Perlu diingat, nama bayi Anda tidak hanya sebagai identitas diri, namun nama juga berarti do'a. Harapan setiap orang tua terhadap bayinya.
Karenanya, tidak sedikit orang tua yang kebingungan dan sibuk menyiapkan nama untuk calon bayinya. Selama menimbang dan memilih pemberian nama untuk bayi, bisa jadi menyenangkan, namun tidak jarang yang membuat bingung. Meskipun banyak sekali yang bisa menjadi sumber inspirasi dalam memberikan nama bayi. Wajar saja, karena nama ini akan melekat terus dalam hidup sang anak kelak, dan mempengaruhi kehidupannya.
Dalam proses memberikan nama bayi, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
- Mengandung arti yang baik.
Nama memiliki efek tersendiri dalam kehidupan sang anak, Jika orang tua asal pilih saja dalam memberikan nama, maka anak akan menjadi korban. Bisa jadi ia akan malu dan minder, jika nama yang melekat padanya memiliki arti yang tidak bagus. Pernah terjadi, karena ketidaktahuan orangtuanya yang menginginkan nama bayi menggunakan bahasa Arab, maka diberikanlah nama jahanam, yang tidak lain berarti neraka. - Memiliki keserasian, enak didengar dan diucapkan
Dengan keserasian ini, maka nama bayi akan mudah untuk dihafal maupun dilafalkan. Bayangkan saja jika kelak anak Anda akan susah mengurus raport, KTP, SIM, hanya karena kesalahan eja nama yang berulang-ulang terjadi. - Menunjukkan jenis kelamin yang jelas
Hal ini untuk mengurangi kesalahan dalam mengidentifikasi jenis kelamin bayi di kemudian hari. Urusan akan menjadi repot, hanya gara-gara identifikasi yang kurang jelas dari nama. - Anda menyukainya
Tentu saja Anda harus menyukai nama yang Anda berikan untuk anak Anda. Mungkin banyak yang memberi saran untuk nama bayi Anda. Meski demikian, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk menerima saran dari orang lain, jika Anda memang tidak menyukainya. - Mengumpulkan list sebanyak-banyaknya nama bayi yang baik
Cara ini akan memudahkan Anda untuk menentukan pilihan nama terbaik untuk bayi Anda. Anda bisa menentukan dulu makna atau harapan yang Anda inginkan terhadap bayi Anda, selanjutnya mencari padanan katanya dalam bahasa lain. Jika sudah mantap, Anda bisa memberikan nama bayi Anda dari pilihan terbaik.
Okay, selamat berburu, merangkai nama untuk bayi Anda!!
PERKEMBANGAN BAYI
Jika kita amati, perkembangan bayi sungguh amat menakjubkan. Bayi berkembang sepanjang waktu, dari hari ke hari, bulan demi bulan. Tidak ada patokan khusus untuk mengukur tumbuh kembangnya, akan tetapi dapat kita lihat petunjuk secara umum dari beberapa bayi.
Perkembangan bayi berbeda satu dengan yang lain. Sebagai orang tua, sudah seharusnya memonitor perkembangan bayinya. Berikut adalah hal yang mungkin bisa dilakukan bayi pada tiap usianya :
Perkembangan bayi usia 1 bulan
Perkembangan bayi usia 2 bulan
Perkembangan bayi usia 3 bulan
Perkembangan bayi usia 4 bulan
Perkembangan bayi usia 5 bulan
Perkembangan bayi usia 6 bulan
Perkembangan bayi usia 7 bulan
Perkembangan bayi usia 8 bulan
Perkembangan bayi usia 9 bulan
Perkembangan bayi usia 10 bulan
Perkembangan bayi usia 11 bulan
Perkembangan bayi usia 12 bulan
Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir jika pada usia tertentu, bayi Anda belum dapat melakukan seperti yang tertera di atas. Anda bisa berkonsultasi ke dokter jika merasakan perkembangan bayi Anda terasa lambat.
Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.comPerkembangan bayi berbeda satu dengan yang lain. Sebagai orang tua, sudah seharusnya memonitor perkembangan bayinya. Berikut adalah hal yang mungkin bisa dilakukan bayi pada tiap usianya :
Perkembangan bayi usia 1 bulan
- Secara refleks dapat memegang benda yang menyentuh telapak tangannya.
Perkembangan bayi usia 2 bulan
- Dapat menatap
- Dapat tersenyum
- Bersuara 'a', 'e', 'h'
Perkembangan bayi usia 3 bulan
- Menggerakkan benda yang dipegangnya
- Memandang gerakan benda dengan bola mata sampai ke sudut matanya
Perkembangan bayi usia 4 bulan
- Bermain dengan kedua tangan dan memasukkan tangan ke dalam mulutnya
- Tertawa dan bisa diajak untuk bercanda
- Tengkurap
- Memegang benda dengan berusaha meraih dari tangan kita
Perkembangan bayi usia 5 bulan
- Menggulingkan badan
- Menyentuh mainan dan memiliki keinginan untuk meraih benda - benda yang kita pegang
- Membedakan suara
Perkembangan bayi usia 6 bulan
- Bertopang pada kedua tangan
- Memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lainnya
- Menoleh
Perkembangan bayi usia 7 bulan
- Membalikkan badan
- Bermain dengan tangan dan kaki
- Mulai mengoceh
Perkembangan bayi usia 8 bulan
- Belajar untuk duduk
- Memperhatikan gerak - gerik orang yang ada disekitarnya dan benda - benda lain
- Tertarik pada bayangannya sendiri dalam cermin
Perkembangan bayi usia 9 bulan
- Merayap
- Dapat berdiri tegak bila dipegang
- Main cilukba atau petak umpet
Perkembangan bayi usia 10 bulan
- Berayun pada tangan dan lutut
- Belajar berdiri sambil berpegangan
- Menjepit benda dengan kedua jari tangan
Perkembangan bayi usia 11 bulan
- Merangkak
- Berjalan ke samping dengan rambatan
- Berjalan bila kedua tangan dipegang
Perkembangan bayi usia 12 bulan
- Berjalan sendiri
- Bermain kejar - kejaran
Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir jika pada usia tertentu, bayi Anda belum dapat melakukan seperti yang tertera di atas. Anda bisa berkonsultasi ke dokter jika merasakan perkembangan bayi Anda terasa lambat.
MAKANAN BAYI
Berbicara tentang makanan bayi, hal penting yang harus diperhatikan adalah apakah makanan tersebut sudah cocok bagi bayi atau belum, dan mana yang terbaik. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ASI dinyatakan sudah cukup sebagai makanan tunggal bagi pertumbuhan bayi yang normal sampai usia enam bulan. Cara ini dapat melindungi bayi dari risik terkena infeksi saluran pencernaan.
Nah, setelah enam bulan, pemberian ASI saja hanya memenuhi sekitar 60-70% kebutuhan bayi. Pada usia ini, bayi mulai membutuhkan makanan pendamping ASI, yang biasa disebut MPASI. Perlu diketahui, usia 6 hingga 7 bulan adalah masa kritis untuk mengenalkan makanan padat yang memerlukan keterampilan mengunyah.
Jangan sampai masa ini terlewati begitu saja, karena dikhawatirkan bayi akan mengalami kesulitan untuk menelan makanan, dan lebih parah lagi menolak makan bila diberi makanan padat. Sedangkan pada bayi usia 9-12 bulan, keterampilan mengunyahnya sudah semakin matang.
Beberapa saran dalam memberikan makanan padat pertama pada bayi :
Berikut adalah bahan makanan yang sebaiknya dihindari sebagai makanan bayi:
Perlu diketahui, pemberian makanan padat pada bayi hanya ditujukan bagi perkenalan rasa dan tekstur makanan, bukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Makanan bayi yang utama masih ASI atau pengganti ASI.
Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.comNah, setelah enam bulan, pemberian ASI saja hanya memenuhi sekitar 60-70% kebutuhan bayi. Pada usia ini, bayi mulai membutuhkan makanan pendamping ASI, yang biasa disebut MPASI. Perlu diketahui, usia 6 hingga 7 bulan adalah masa kritis untuk mengenalkan makanan padat yang memerlukan keterampilan mengunyah.
Jangan sampai masa ini terlewati begitu saja, karena dikhawatirkan bayi akan mengalami kesulitan untuk menelan makanan, dan lebih parah lagi menolak makan bila diberi makanan padat. Sedangkan pada bayi usia 9-12 bulan, keterampilan mengunyahnya sudah semakin matang.
Beberapa saran dalam memberikan makanan padat pertama pada bayi :
- Gunakan bahan makanan bayi yang bermutu tinggi, sehingga menjamin kualitas zat gizi yang baik.
- Sebagai awal, berikan makanan bayi yang lumat dan cair, misalnya bubur susu atau bubur buah (pisang, pepaya). Secara bertahap, makanan bayi dapat diberikan lebih kasar dan padat.
Bayi yang telah berusia enam bulan bisa diberikan nasi tim dengan gizi yang lengkap. Pada usia delapan bulan sampai satu tahun, bayi mulai bisa diberi makanan bayi yang hanya dicincang. - Sebaiknya diperkenalkan satu per satu jenis makanan pada bayi, hingga ia mengenalnya dengan baik.Tunggu paling tidak empat hari sebelum Anda memperkenalkan jenis makanan bayi lainnya.
Selain bayi akan mengenal dan dapat menerima jenis makanan bayi yang baru, Anda pun bisa mengetahui ada tidaknya reaksi alergi pada bayi. - Pada awalnya, bayi mau menerima 1-2 sendok teh makanan bayi. Bila ia telah semakin besar, Anda dapat memberikan porsi makan yang lebih banyak.
- Urutan pemberian makanan pendamping ASI biasanya buah-buahan, tepung-tepungan, lalu sayuran. Daging, ikan dan telur sebaiknya diberikan setelah bayi berumur enam bulan. Bila bayi menunjukkan gejala alergi, telur sebaiknya diberikan setelah usianya satu tahun.
- Jadwal waktu makan harus sesuai dengan keadaan lapar atau haus yang berkaitan dengan keadaan lambungnya.
Berikut adalah bahan makanan yang sebaiknya dihindari sebagai makanan bayi:
- Bayi usia kurang dari 6 bulan
- Gandum, barley, havermout dan produk olahannya (roti dan sereal) yang mengandung gluten
- Telur
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
- Ikan dan kerang-kerangan
- Susu sapi segar atau susu formula dan produk olahan susu (seperti yogurt)
- Jus buah yang rasanya asam, seperti jeruk lemon dan jeruk nipis.
- Bumbu masak atau penambah cita rasa, seperti garam, gula, kecap, madu dan bahan pemanis lainnya
- Bayi usia 6-12 bulan
- Kacang-kacangan, terutama kacang tanah
- Garam, gula, madu dan bahan pemanis lainnya
- Bayi usia lebih dari 12 bulan
- Kacang-kacangan, terutama kacang tanah
- Makanan diet atau makanan yang rendah lemak
- Garam dan gula digunakan seminimal mungkin
Perlu diketahui, pemberian makanan padat pada bayi hanya ditujukan bagi perkenalan rasa dan tekstur makanan, bukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Makanan bayi yang utama masih ASI atau pengganti ASI.










